Feeds RSS

Senin, 14 Maret 2016

The God’s Plan Better than My Dream



“Jup, apa kabar kuliah di Jogja nya?”
*Hening* *senyum* “Bukan di jogja, gak di ambil yang itu, jadinya di unsoed.”
Entah berapakali saya mendengarkan pertanyaan tersebut selama kurang lebih 8 bulan ini. Rasanya ? Sakit? Iya. Menyesal? Iya. Kenapa ga dengan tegas saya bilang ke orang tua “Karena belajar berawal dari suka terlebih dahulu.” Dan saya langsung setuju melepaskannya hanya karena ucapan “Kalo kamu mau lanjut di jogja, ayah gamau biayai kamu. Kerja aja sendiri sana.” Dan memilih menderita hingga saat ini.
Sore itu, saat semua murid kelas 12 deg degan dan berharap ada tulisan ‘Selamat kamu diterima… di universitas negri…’ saya hanya berdoa kepada Tuhan, “Semoga saya tidak mendapatkannya.” Bahkan saya sudah memberitahukan kepada teman-tema untuk tidak mendoakan saya. Its not my choise, its just a random choise. And The God’s plan better than my dream, maybe… I got it. You know what I feel? Sad. Of course. Dan mulut saya tidak ada henti2 nya berkata “Aku gak mau.. Aku gak mau.. Aku gak mau..” ibu saya, yang sedang duduk di samping saya tak henti-hentinya berucap “Istigfar mbak.. istigfar..” Dan di hari itu saya juga sudah bisa menebak, saya akan segera melepaskan kesenangan saya, minat saya… 

Sholat istikharah sudah saya lakukan mungkin setiap hari, dan entahlah tuhan tidak memberikan gambaran yang jelas, mungkin tuhan memilih saya untuk memilih. Memilih belajar dengan tenang di bidang yang saya sukai tetapi saya menjadi anak yang durhaka, atau memilih bidang yang saya benci akan tetapi tiga tahun telah saya pelajari tetapi membuat orang tua saya bangga bercerita jika anaknya lolos snmptn:”
Entah mungkin karena didikan dari kecil yang mengajarkan kepada saya untuk selalu patuh kepada orang tua, saya memilih untuk melepas “10 juta” saya dan akhirnya saya berada di kota orang yang baru pertamakali saya datangi saat registrasi fisik. Purwokerto. Saya mengenalnya hanya sebatas mengenal, tidak lebih. 

Dan sudah hamper dua semester saya disini, yaa meskipun saya masih menjalani awal semester kedua ini, saya merasa menjadi orang paling goblok di kampus. Kenapa? Bagaimana tidak, saya mempelajari biologi dicampur dengan kimia, yaaang dulunya di SMA saya sering kabur saat guru mulai masuk kelas, dan memilih untuk tidur di kelas biologi. Tidak hanya itu, saya mempelajari tentang macam-macam penyakit, macam-macam cacing, macam-macam obat. Itu apa? Saya kira kuliah itu tentang bagaimana membua naskah yang baik. Mengetahui letak angel kamera yang pantas untuk ditayangkan. Memilih artis yang berbakat. Oh iya, saya tidak memilih jalan itu, lagi…..

Kalian tahu? Yang kesehariannya terlihat tertawa, tersenyum bahkan ceria. Jika dia sedang sendiri, dia akan memikirkan beban yang ada, menangis hingga akhirnya tertidur nantinya. Itulah alasan kenapa saya jarang di kostan, alasan kenapa saya mengikuti organisasi di kampus saya. Agar saya tidak memikirkan apa yang menjadi kesedihan terbesar saya. 
Sampai saat ini, saat saya menangis sesenggukan di kamar saya sedang menunggu rencana terindah tuhan seperti apa nantinya yang akan diberikan kepada saya:)

Senin, 07 Maret 2016

New life, huh?

Hello, longtime no see huh?
Sudah berapa tahun yah memutuskan untuk ga nulis lagi. Ga nulis diary, ga nulis blog, ga nulis cerpen, ga nulis lanjutan novel. Ah trauma😂
Hmm, kau tahu? Tink sudah terbang bebas dan memutuskan untuk menjadi dewasa. Dia terbang dan begitu saja lupa Akan kisah manis nya tentang peterpen.
Kau tahu? Ketika Tink memutuskan untuk terbang di jalan yang dia ingin kan, sesuatu terjadi pada jalan tersebut dan dia memutuskan untung membelokkan jalannya. Bodoh? Ya. Bagaimana lagi? Bukankah menjadi dewasa harus memiliki suatu keberanian untuk memilih? Kau tau? Dia selalu tersinggung dengan kata-kata "Melakukan pekerjaan berdasarkan suka itu menyenangkan" ya memang. Tapi kau tahu kan? Tuhan selalu memberi tahu bawa mimpi kita tidak lebih baik dari rencananya:)
Dan sekarang Tink memutuskan untuk bertahan, bertahan di jalan yang bukan apa yang dia mau. Bagaimana yang dia rasakan? Yang dibutuhkan hanya lah waktu saja. Jika waktu berbicara Tink Akan menemukan apa yang dia suka, dan bahkan menemukan peterpan yang lain

P.s kau tau? Sampai saat ini Tink takut untuk bermimpi lagi:"

Purwokerto, 7 Maret 2016

Rabu, 15 Oktober 2014

Tanda Tanya

Dalam diamku aku melihatmu,
Dalam senyumku aku menyebut namamu,
Dalam khusu'ku aku mendo’akanmu,

Dalam sakitku aku pun masih bisa mencintaimu.

Saat aku menanyakan hal ini kepada diriku sendiri, hatiku tepatnya. 
"Kenapa kau mecintainya ?"
Entahlah.Aku hanya mulai suka memandangi wajahnya, aku hanya mulai suka  punggungnya, aku hanya mulai suka menikmati candamu, aku hanya mulai mengkhayal tentangmu. Entahlah. Tapi begitu cepatnya aku memulai menyukainya. 

Sabtu, 01 Maret 2014

Maret, menunggumu di jalan yang salah

Selamat pagi readers, sudah lama tidak nongol ini. Maaf, terlalu sibuk dengan rumitnya dunia SMA, tugas dengan berlembar-lembar jawaban, kegiatan HUT sekolah yang menghabiskan banyak sekali uang, dan gejolak hati yang tak kunjung reda dan menghilang #eaaak.
Eh btw kita udah memasuki maret kan ini yeaaaay ? Kalo di twitter pada ramai ngewish pake hastag #MarchWish , aku gamau kayak gitu, di setiap awal bulan berdoa untuk kedepannya. Soalnya hidup ku ya kayak gini ajaaaaaa. Gak bisa move on dari Peter Pan, semakin hari semakin numpuk ini kangen nya karena jarang ketemu, iyaa aku udah resign dari ituuu, iya ituuu :) jadi gak punya waktu buat bareng kayak dulu lagi, gak bisa modusin lagii, heheh :') Sekarang bisanya yah cuman ketemu dia waktu dimusallah, ketemu dia pas lagi lewat depan kelas terus nyapa, senyumnya masih tetep bikin hati adeem. *Betewe ini kan udah maret, gada niatan buat move on? Lagian dia udah punya Wendy kaan...* setiap kalo aku mikir kayak gitu, aku selalu juga ngerasa diri aku ini goblok atau apa ya ? Dia itu udah gak jomblo, dari duluu, dari duluu bangeet. Kenapa masih nunggu ? Karena aku percaya tuhan ngasih imbalan baik buat mereka yang selalu sabar nunggu kook, nunggu itu bukan kerjaan yang gak berguna, nunggu itu yaaa nungguin orang dateng, nungguin perasaan dia untuk kita ada. Tapi untuk saat ini aku tau kok , aku menunggumu di jalan yang gak kamu lewati , iya kan Peter Pan ? Sekarang kalu lagi jalan diarah yang berbeda dari tempat aku nunggu kamu sekarang, bukaan... bukan dia berjalan berlawan arah dengan ku, jika seperti itu kita masih bertemu. Tapi dia berjalan di arah yang berbeda, dan aku menunggunya di jalan yang salah. Kenapa aku masih selalu melakukan hal bodoh ini ? Ya itu tadi, karena tuhan menyayangiku dan memberikanku cobaan dan nanti nya memberikan surprised indah untukku dengan membuatmu berjalan dijalan yang sedang ku tunggu :')
Semoga tuhan menjagamu Peter Pan, karena dalam setiap lantunan do'aku, selalu ada namamu :) Love ypu more and more, whatever u know or not. Semakin kamu tidak mengetahuinya, semakin semakun juga aku menyayangimu

Your Secret Admirer

Rabu, 05 Februari 2014

Aku Harap Kamu Dengar...

Dear, Peterpan...
Udah berapa tetes air mata karena dia yang akhirnya aku usap buat kamu. 
Udah berapa senyum yang hilang yang akhirnya aku yang berusaha munculin lagi.
 Kamu mungkin gak pernah sadar apa yang aku lakuin ini selalu aja tentang kamu,semoga kamu bukan gak mau tau.
Aku gak terlalu ngerti apa yang sebenarnya aku lakuin.
Aku selalu resah ngelakuin hal untuk kamu.
Bukan soal untuk balasannya, tapi aku gelisah ngelukuin ini semua karena CINTA atau terpaksa...
Kemudian aku bercermin, mata aku gak nunjukin sedikitpun keterpaksaan 
AKU BERTAHAN BUAT KAMU.
Entah ini tulus atau bodoh,
Aku gatau benar tentang cinta, namun yang aku tau, cinta memang berkorban sampai segininya.
Pengorbanannya tapernah tau batas, sayangnya..
Beberapa cinta berakhir gak berbalas.
Tapi, apa cinta yang hebat bertahan harus bertahan sampai sekarat.
Kamu selalu senyum ke aku, tapi bukan tersenyum bersamaku, apalagi karena aku.
Ketika kamu bahagia, yang ada cuman dia 
Jangan salahin, aku ngedoain kamu sedih terus,
Karena cuman ketika kamu sedih , Aku kamu anggap ada



Jumat, 20 Desember 2013

Surat Untuk Ibu ...

Untuk Ibuku, Pahlawanku..
Ibu... Aku bukanlah penyair yang amat sangat hebat, membuat sebuah karya dengan diksi-diksi indah tersusun rapi menjadi sajak-sajak kalimat penuh makna. Aku tidak pandai melakukan hal seperti apa yang penyair lakukan, karena aku bukan seorang penyair. Aku hanya seseorang berumur 16 tahun yang telah lahir selamat karena dia mempunyai Ibu yang hebat, yah kau lah orang nya Ibu, selama sembilan bulan lamanya kau membawaku kemana kau pergi, berat ? Pasti, aku akan merasakannya jika nanti aku menjadi sepertimu. Kau melakukan perjuangan yang begitu besar saat aku berada didalam rahimmu, bagaimana aku dulu ? Apa aku sangat nakal seperti sekarang ? Apa kau kerepotan harus membawaku kemana-mana ? Maafkan aku Ibu.. Maafkan aku jika aku tak menjadi seperti anak yang dibanggakan oleh temanmu saat kalian bertemu, maaf jika aku tidak bisa menjadi seseorang yang pantas untuk kau banggakan. Aku hanya bisa membuatmu marah, membuatmu menangis, mengecewakanmu, dan tak memberi imbalan yang pantas atas didikanmu selama ini.
Ibu, bagaimana aku bisa membalas semua jasamu selama 16 tahun ini, Ibu ? Begitu banyak cara yang kau lakukan untuk mendidikku, menasehatiku jika aku bandel, memarahiku jika aku nakal, memukulku jika aku udah kelewatan nakal. Setiap harinya aku selalu mendengarkanmu mengomel, tiap pagi, tiap sore, tiap malam mau tidur. Memarahiku jika aku telat bangun, memarahiku jika aku lupa menyapu, memarahiku jika aku tidak kunjung tidur padahal esok aku harus ke sekolah. Aku tau jika caramu untuk menyayangiku berbeda dengan Ibu-ibu temanku diluar sana. Kau mendidikku seperti itu agar nantinya aku menjadi sosok yang tangguh sepertimu, mampu menapaki dunia yang semakin hari semakin menyebalkan ini.
Ibu.. Aku dan engkau mungkin bukan sepasang anak Ibu kebanyakan, yang selalu  ada pelukan di setiap harinya, selalu ada kata ‘Aku sayang, Ibu’ di setiap paginya, selalu ada kata Maaf jika ada yang melakukan kesalahan. Aku sudah lupa kapan aku terakhir kali mengatakan kata maaf untuk kau Ibu, aku juga sudah lupa kapan terakhir kali kita saling berkata  “Aku sayang kamu”. Miris bukan ? Tapi kita ini beda, iya beda. Limpahan kasih sayang yang setiap detik mengalir dari ku dan engkau mungkin tak perlu diucapkan dengan kata-kata indah. Hanya dengan perbuatan saja.

Ibu... Terimakasih untuk semuanya, semua yang kau berikan untukku, pendidikan, kasih sayang, ketegaran, keberanian. Terimakasih untuk limpahan kasih sayang selama 16 tahun ini. Maafkan aku jika untuk saat ini aku belum menjadi sosok yang kau inginkan. Tapi aku berjanji, suatu saat nanti aku akan menjadi seseorang yang patut untuk kau banggakan. Aku menyayangimu Ibu.. Selamat hari Ibu...

Terimakasih ibu untuk waktunya selama ini :)

Cantiknyaaaa :D

Sabtu, 07 Desember 2013

Sepucuk kabar untukmu Kawan...

Special for my strong man...
Hai kawan, apa kabar mu disana ? Apa kau sudah melihat awan lebih dekat ? Bagaimana bentuknya ? Indah kah seperti yang pernah kau ceritakan padaku dulu ? Apa kau sudah melihat bintang dan bulan di langit malam sana ? Apa kau sudah mengetahui berapa jumlah bintang diatas sana ? Apa kah kau sudah bertanya pada-Nya apa nama bintang yang sinarnya paling terang itu ? Apakah kau sudah nyaman berada didekatnya kawan ? Apakah kau tidak merindukan jalan-jalan jogjakarta yang terjal layaknya hidup ini. Kamu dulu pernah bilang hidup gak bakal terjal kalau kita terus mensyukurinya bukan ? Berapapun yang kau dapatkan setiap harinya kau selalu mensyukurinya, Lima ribu, Sepuluh Ribu, Tiga puluh ribu mungkin seperti dulu ?

Hey kawan, aku masih ingin ngelihat kamu sama baju SMA, pasti keren dong kamu, iya keren . Apa sih yang kurang dari kamu ? :') Aku sekarang udah pake baju putih abu-abu kawan, sesuai apa yang dulu pernah aku katakan sama kamu, dunia SMA gak semenyenangkan dulu saat kita ngehayal kawan, gak ada kata keren untuk menjadi seorang anak SMA, tugas yang menumpuk dan deadline pekerjaan yang terus mengejar, yeaay itu sangat menyenangkan dan lucu. Betapa tidak, dulu kita pernah mengkhayal jika nanti masa SMA itu masa-masa kita ngerasain dunia , gak bakal jadi anak SD lagi, yang kerjaan nya cuman main, ntar kalo SMA kita bisa pake dasi, berlagak seperti orang sukses. Hhehe, apakah kau mengingatnya ? Dulu kita membicarakannya di sela keramaian orang berlalu lalang membawa barang bawakan yang berat-berat, dengan lapang dada kau pernah menolong ibu-ibu sendirian bawa barang belanjaan banyak banget terus kamu dikasih uang dua ribu, ingat kah gimana senangnya kamu dulu ? :')

Apa kah kau juga mengingat lagu ini kawan ?

Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi sampaikan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Reff:
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

Apa kau mengingatnya ? Itu lagu yang dulu sering kau nyanyikan dengan ukulele kesayanganmu, kau memainkannya dari satu gerbong ke gerbong lain, dari stasiun lempuyangan jogjakarta sampai stasiun manapun kau tidak peduli, yang penting orang senang mendengarkan suara merdumu. Itu kan yang kau katakan dulu ? :')
Nyanyikan sekali lagi kawaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan , aku ingin mendengar suaramuu, aku juga ingin melihat senyum nakalmuu, aku ingin melihat wajah kerenmu yang selalu terkena debu :')

Waktu berjalan kawan, kau semakin tumbuh menjadi sosok yang tegar dan biasa menghadapi segala kehidupan ini hingga suatu ketika kejadian itu, entah kapan aku sudah melupakannya, kau pergi, yaaah kau pergi tiba-tiba , saat jarak memisahkan kita dan aku tidak mengetahui kemana kau pergi, saat aku mengunjungimu gubuk reyotmu sepi, tidak ada tanda-tanda penghuninya disana , memori kau menyanyikan lagu rindu itu tiba-tiba terbesit, dan aku selalu menunggumu, menunggumu datang dengan baju coklat baumu dan celana jins favoritmu menemuiku . Aku terus menunggumu, aku datang mencarimu kawan, mencari ketempat biasa kita nongkrong, mencari ketempat biasa kita lelah dengan hidup ini. Kemana kamu ? Apakah kamu sudah pindah dengan bapak dan ibu tiri yang kau panggil nenek sihir itu ? Tapi kenapa kamu gak ngasih kabar kawan ? 
Libur sekolahku sudah berakhir, tahun depan aku akan menemuimu lagi kawan, aku akan mencarimu sampai aku menemukanmu.

Satu tahun sudah berlalu, aku menjalani masa-masa putih biru dengan lunglai selama setahun ini, kemana kamu kawan ? Aku selalu saja menunggu libur sekolah datang, aku aku aku merindukanmu :') Daan libur pun datang, aku kembali mencari mu,
Hingga di gubuk itu aku menemukan lintang, adik kesayanganmu sedang ingin pergi 
"Hei lintang, kemana mas mu ?"
"Eh mbak, mas Gibran.. Diaaa... Diaa pergi mbak"
"Pergi ? Kemana ? Tega sekali dia pegi gak ngasih kabar ke aku, ngebiarin aku nyari dia satu tahun yang lalu, coba jelasin sama mbak lintang, Gibran kemana ?" Tak sengaja air mata dengan gampangnya keluar dari mata ku ini, firasat mengatakan bahwa aku segera bertemu dengan mu kawan, dan lagian aku sudah berjanji kepadamu tidak akan  membiarkan airmataku jatuh begitu saja bukan ? :') Lintang membawaku pergi dari gubuk itu, yaah kau menyebut rumahmu sendiri dengan gubuk reyot. 
Hingga akhirnya dia membawaku ketempat dulu kamu membawaku . "Tempat Pemakaman Umum" Dulu kmu sering sekali mengajakku kesini untuk bertemu dengan ibumu yang sudah berada di surga bukan ? "Lintang ! Aku ingin kamu ngejelasin kemana Gibran, bukan malah ke makam ibumu" ucapku saat itu jugaa, apa maksutmu lintang? Kenapa kau membawaku kesini ? Aku tak merindukan ibunya aku hanya merindukannya.
Hingga akhirnya aku menemukan ukiran di nisan putih

GIBRAN MANDALA
Wafat : 10 Desember 2009
LAHIR : 17 April 1994


Apa benar itu namamu kawanku sayang ? :') Ooh jadi selama ini aku nyari-nyari kamu, kamu disini nemenin ibu kamu, ooh gitu kalo mau ke makam ibu mu gak ngajak aku sekaraang, 
Gibraaaaaan, kenapa kamu secepat inii ? Kamu sosok yang kuat kawan, kamu gak pernah ngeluh meskipun hidup kamu itu bener-bener gak layak dikatain hidup, makan nasi jarang, kerja terus gak kaya-kaya, dulu kamu pernah ngomong gitu kan ? :')
"Mas gibran udah dipanggil Allah duluan mbak, Dia kecelakaan waktu mau turun dari kereta. Badannya remuk, sebelum dia pergi dia sempet nanya sama lintang. "Apa mbak bisa liburan di jogja kalo gak ada mas ya tang, dia kan pikun. Kalo lagi jalan gitu udah lupa pulangnya , waktu berangkat dia lewat mana juga. Hehhe." tak kira itu cuman omongan belaka mbak, gataunya udah terjawab"
Semogga kamu tenang disana yah kawan :') Beribu do'a udah aku panjatin buat kamu, aku bahkan lupa aku pernah do'a apa buat kamu, yang jelas aku yakin allah udah punya tempat yang layak buat kamu disana. Sekarang, aku boleh nangis kan ? :') Maaf gak nepatin janji.... 

Pandaan, 7 Desember 2013



Cewek Cengeng yang suka nangisin kamu :')

My Blog List

Recent Posts

Recent comments

Juple Copy Right. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Agen Dandelion
Lihat profil lengkapku

Buscar