Feeds RSS

Senin, 02 September 2013

Perlukah Aku Menyalakan WAKTU ?

Aku mengikuti semua yang waktu lakukan, entah itu waktu menyuruhku untuk melihatmu, waktu menyuruhku untuk memandang wajah mu, dan waktu yang menyuruhku untuk mulai mencintaimu :') Awalnya aku menolak, aku sadar aku hanyalah sosok wanita jalang yang malang. Hidup dengan ketidakjelasan, mencari jati diri kesana kemari. Aku bukanlah untukmu, aku tau itu. Tapi waktu terus memaksaku untuk memandang wajahmu, melihat sosokmu, dan aku tak bosan dengan bola mata mu yang teduh, yang hanya bisa ku pandang dari jarak jauh saja. Sudah sering rasanya aku bermain dengan fikiran ku sendiri, membodoh-bodohkan diriku sendiri yang mau dibodohi oleh waktu.Aku masih ingat bagaimana pertama kali aku mulai mengenalmu, waktu itu kamu dengannya dengan kekasihmu yang sudah menjadi mantanmu. Aku baik-baik saja waktu itu, yah waktu ituu, 14 november 2012 :') Tapi seiring berjalannya waktu, aku melihatmu pertama kali turun dari sepedah dan menuntunnya setiap hari karena kelasku dulu yang tak jauh dari parkiran. Aku mulai memperhatikanmu, setiap hari tak pernah absen aku melihatmu, kau berangkat sendirian, kau berangkat dengan kekasihmu. Waktu itu aku tidak berfikir seandainya aku bisa membawakan tas mu sepertinya :"D Kita sering bertatap mata, tapi aku tau jika dirimu memandang tapi tak melihat aku. Kelasmu, yang ternyata sama dengan kelas sesosok guru/bapak/kakak/saudara saya apalah itu dia :D Setiap ada keperluan aku selalu ke kelasmu, tanpa fikir panjang aku memperhatikanmu lagi, tak kenal lelah aku mencari apa yang spesial dalam dirimu. Tapi sampai detik ini aku tak menemukannya. Entahlah, cinta tak memerlukan alasan kan ?


Sampai saat ini waktu membiarkanku hanya bisa menjadi pengagum rahasiamu. Sampai saat ini waktu membiarkanku bertengkar hebat dengan perasaan gak jelas ini. Sampai saat ini waktu membiarkanku untuk tidak kenal dengannya. Sampai saat ini waktu membiarkanku menanyakan semua tentang kamu. Aku sudah lelah Tuhan ! Aku sudah lelah seperti ini, Waktu.. Kenapa kau membiarkanku untuk terus terluka? Kenapa kau membiarkanku untuk terus merasakan sakitnya cinta? Mengapa kau setega ituuu ?
Aku sudah mulai belajar melupakannya, tak mengingatmu, tak melihatmu, melupakan segala kebiasaan yang berhubungan denganmu. Tapi kenapa waktu masih tetap saja bersikukuh tidak mengizinkannya ? Kapan aku mulai bebas dari perih ini ? Apa saat aku mulai mengenalmu ? Apa saat aku mulai dekat dengan mu ? Apa saat ada sebuah kesempatan memilikimu itu ada ? Ah mustahil waktu membelaku seperti itu.
Sudah ribuan embun jatuh di pelupuk mataku. Aku lelah tuhaaan, aku lelaaah, jika memang dia bukan untukku dan jika dia orang yang salah untukku, jauhkan mata ini darinya :')

#B

0 komentar:

Posting Komentar

My Blog List

Recent Posts

Recent comments

Juple Copy Right. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Agen Dandelion
Lihat profil lengkapku

Buscar